
Aku menemukan Tuhan
Tidak di altar, tak di mimbar;
Tapi di pasar
*) Indonesia Book Fair 2008

Aku menemukan Tuhan
Tidak di altar, tak di mimbar;
Tapi di pasar
*) Indonesia Book Fair 2008
Semarak kemeriahan pergantian tahun
Semoga semarak pula tahun yang menjelang
Bukannya takut akan ujian dan kesedihan
Hanya, Ya Allah…
Anugerahkanlah kekuatan
Untuk selalu bersyukur dan bersabar
Though no one can go back and make a brand new start, anyone can start from now and make a brand new ending (Carl Bard)
Serasa terpana, melihat headline berita di detik.com ini.

Di negara yang katanya zamrud khatulistiwa, dia sering disamakan dengan putri mantan penguasa negara (yeah, right!!). Terlepas dari sikap atau pandangan politiknya, sebagai seorang pribadi, dia memiliki point2 mengagumkan dalam kehidupannya. Wanita yang cerdas dan tegar meskipun penuh dengan kontroversial. Salut!!!

***mengibarkan bendera 1/2 tiang
Tahun ini, hidup tak lebih dari roller coaster. Mulai dari jalanan datar sambil harap-harap cemas, sedikit berkelok, naik turun yang membuat adrenalin berpacu, atau ga jelas ada apa (soalnya sambil tutup mata =D).
Tragedi di penghujung tahun. Berulang kata terucap, sesungguhnya, aku termasuk orang yang bersabar dan berserah diri.
Do’a (Chairil Anwar)
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Terilhami blog keren tentang tahun 80an, jadi teringat bahwa aku juga sudah hidup di zaman keemasannya Endang S. Taurina, Richie Ricardo, dll. Ngapain aja ya waktu itu? Kita bahas tentang dunia per-pilem-an dulu deh ya…
Menghabiskan waktu bocah di pergantian era 80-90an, jangan berharap ada DVD bajakan 5000an yang bisa dijadikan jurus andalan buat mengapresiasi film-film keluaran terbaru. Ditunjang dengan lokasi geografis yang menantang (baca: kampung), jadilah nonton film di bioskop merupakan hiburan-mewah-yang-tak-tercapai. Boleh dibilang, masa2 mudaku suci dari sentuhan yang namanya bioskop.
Ok. Jadi, dari mana aku mengenal Yeni Rahman, Roy Marten, George Rudi, dll?
Nasionalisme, romantisme or whatsoever, yang jelas, sejak pertama kali mengenal Amir Hamzah dan menghayati bait-bait alunan puisinya, hati ini tertambat akan keindahan ritme, pilihan kata serta kedalaman maknanya…
Tak disangka.. saat ini, aku menuliskan kata demi kata dengan pemahaman segenap makna
PadaMu Jua
Habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku padaMu
seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
pelita jendela di malam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
di mana Engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
mangsa aku dalam cakarMu
bertukar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padaMu jua
Engkau pelik menarik ingin
serupa dara di balik tirai
kasihMu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu – bukan giliranku
mata hari – bukan kawanku
Ga salah kalau orang bijak berkata investasi di bidang pendidikan itu adalah investasi jangka panjang. Ngomong-ngomong masalah investasi, tentu tak bisa lepas dari faktor itung2an untung. Artinya: ada keuntungan yang diharapkan akan dinikmati dengan berinvestasi di bidang pendidikan; atau sebaliknya. Masih ngga percaya? simak fragmen berikut ini <TVRI banget>
Mission Impossible
(Based of True Story)
Adegan 1
Narator: Suara-suara ribut dari luar menyusupi jendela, mengusik acara leyeh2 siang tokoh utama kita. Ngga dihitung nguping dong, dengan volume sekeras ±1000 dB (liat lagi buku fisika SMPnya anak2) dan nada tidak beraturan, suara tadi bisa dikategorikan noise alias BERISIK oiy!!