Home > Superwomen > Koin untuk Prita: Bersama Kita Bisa ^^

Koin untuk Prita: Bersama Kita Bisa ^^

Monday, 14 December 2009 Leave a comment Go to comments

Sejarah bersaksi bahwa NKRI berdiri bukan karena rambut yang sama kriwil, bahasa yang sama medhok, atau kampuang yang sama-sama jauah di mato dari para Bapak Bangsa, melainkan karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang bermartabat dan berdaulat dalam menentukan masa depannya sendiri.

Perasaan senasib sepenanggungan yang –kurang lebih—sama mendasari derasnya dukungan terhadap gerakan Koin untuk Prita. Dari laporan koinkeadilan.com koin-koin bergemerincing dari tangan-tangan para profesional, ibu rumah tangga, anak SD, guru SMP, tukang warung, supir taksi, tua, muda, laki-laki, perempuan. Tabungan empat tahun, kembalian belanjaan, sisa-sisa uang jajan dan puluhan alasan lainnya bersatu tanpa pandang bulu dengan satu rasa: Kami peduli dengan nasib yang dialami oleh Ibu Prita.

Mbok Poniyem* sang tetangga sebelah tak urung mengajukan beberapa pertanyaan.

Mbok Poniyem (MP): Kenapa harus uang recehan  yang dikumpulkan? Kapan nyampe 200 jutanya?

Dinsky Si Cerdik nan Bersahaja (DSCNB)**: Pertama, jangan salah, Mbok, sumbangan dalam nominal besar juga tetap diterima dengan tangan terbuka loh, jadi, tidak hanya koin recehan saja. Kedua, jangan remehkan uang koin recehan. Justru, karena nilai nominalnya yang kecil, maka untuk mencapai besaran yang sedemikian, gerakan ini harus mewabah, menggelinding menjadi bola salju sehingga melahirkan suatu gerakan massa (people power). Dengan demikian, koin recehan ini juga merupakan simbol perlawanan dari orang kecil, yang sering tidak dianggap meskipun jumlahnya banyak.

MP: Emang, harus pake simbol-simbolan gitu ya?

DSCNB: Gak harus, tapi penting^^ Banyak orang-orang yang berteriak lantang tapi tidak didengar. Mungkin, memang bawaan kita sebagai orang timur yang penuh dengan simbol dan perlambang sehingga kita menjadi tidak peka atas bahasa dan gambaran yang lugas di depan mata. Setidaknya, dengan bahasa simbol, media jadi tertarik untuk meliput dan menyebarkan gerakan ini dari hari ke hari ^___^

MP: RS Omni Internasional kan sudah membatalkan semua gugatan perdatanya tanpa syarat. Jadi, sia-sia dong usaha pengumpulan koin ini?

DSCNB: Weits, jangan salah Mbok. Tidak pernah ada kata sia-sia dalam setiap usaha baik yang kita lakukan. Siapa tahu, RS OI membatalkan tuntutan karena besarnya dukungan masyarakat terhadap Prita. Terutama setelah opini yang berkembang di masyarakat menempatkan RS OI sebagai seorang Goliath yang patut ditimpuki koin oleh orang kecil yang diwakili oleh sosok Prita. Bisa juga karena gak mau repot ngurusin gunungan uang recehan yang akan diterima ^^

Dan yang paling penting adalah kembalinya rasa senasib sepenanggungan dan budaya gotong royong pada masyarakat Indonesia. Gak usah lah mengganyang Malaysia; kejauhan. Mending kita jadikan kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan sebagai musuh bersama.

—***—

Yup betul, 6.7 Triliun uang negara gak jelas juntrungannya dalam kasus dana talangan Bank Century. Yak benar, kita gregetan menyaksikan dunia peradilan yang penuh intrik yang gak habis-habis seperti sinetron kejar tayang.

Namun, tumpukan recehan dari sosok-sosok tak dikenal telah meninggalkan kesan mendalam dan dengan lantang ingin kuteriakkan:

AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA

Gambar diambil dari http://koinkeadilan.com

*Nama samaran tentu saja. Kenapa mesti nama yang berbau-bau Jawa? Karena ini bukan kasus pemerkosaan sehingga nama samarannya harus Bunga atau Melati.

**Dilarang protes. Silahkan muntah-muntah

Categories: Superwomen
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: